Saya menggunakan Axis (layanan GSM yang baru itu) karena iseng. Pas waktu itu sedang berada di BEC (pusat pertokoan elektronik di Bandung) dan ada promosi Axis. Entah kenapa, saya tertarik untuk membeli perdananya. Jangan ditanyakan alasannya. Ada banyak promosi-promosi yang lain, tapi saya tidak tertarik. Yang ini tertarik. Apa karena desain iklan, logo, dll. yang sederhana? Entahlah.
Singkatnya saya membeli axis. Setelah saya membeli ini, ada beberapa orang seputar saya yang ikut beli. Bahkan pada suatu ketika saya sedang meeting dengan tim (Dimitri, Arry Aa, Khairul, Rayyan, Primus, Frans, dll.) di BIP, di hall-nya sedang ada promosi Axis. Saya cerita bahwa saya sedang mencoba Axis and love it!. Langsung … semua tim dibelikan Axis! Hah! Mungkin langsung 10 nomor.
Ada kejadian lain yang mirip seperti itu, yang pada prinsipnya ada orang yang membeli Axis gara-gara cerita saya. Bayangkan … yang langsung membeli Axis gara-gara saya sudah berapa banyak? Mereka kemudian akan cerita ke teman dan keluarga, yang kemudian membeli Axis, dan seterusnya. Seperti konsep piramida. Saya yakin sudah ratusan orang yang mencoba Axis gara-gara saya.
Dalam sebuah konsep bisnis, ternyata saya itu disebut “key influencer” yaitu orang yang mungkin tidak langsung menguntungkan bagi sebuah usaha (dalam hal ini Axis) tetapi membawa potensi bisnis. Nah, dalam sebuah bisnis, key influencer ini penting karena dia bisa menentukan kesuksesan sebuah usaha.
Oh ya, saya gak dibayar oleh Axis. Kenal juga nggak dengan mereka. hi hi hi. Justru inilah karakter dari key influencer, yaitu dia seringkali tidak ada hubungan dengan si penyedia jasa. Jadi jangan sampai Anda meremehkan seseorang (misalnya tidak terlihat dia memiliki potensi untuk membeli layanan), padahal ternyata keluarganya atau temannya adalah potensi klien yang luar biasa.
Sumber http://rahard.wordpress.com
Axis g cb2 deh