
BTS Telkomsel (rou/inet)
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jakarta - Nokia Siemens Networks (NSN) telah dipilih Telkomsel untuk meningkatkan kinerja (upgrade) jaringan inti (core network) penyedia layanan seluler dengan pelanggan terbanyak di Indonesia itu.
Saat ini Telkomsel telah memiliki 52 juta pelanggan dengan infrastruktur jaringan sebanyak 21 ribu base transceiver station (BTS). Infrastruktur rencananya akan ditambah menjadi 25 ribu BTS hingga akhir tahun dengan anggaran US$ 1,7 miliar.
Dalam waktu tiga tahun perjanjian kerja, NSN akan mengimplementasikan solusi Softswitch Core Network miliknya yang terbaru di seluruh infrastruktur jaringan Telkomsel.
Dengan upgrade tersebut, NSN akan melakukan modernisasi jaringan Telkomsel menjadi arsitektur Release 4 dengan mengimplementasikan solusi untuk MSC Server System Mobile Softswitch.
“Solusi ini akan membantu Telkomsel memiliki arsitektur jaringan berbasis IP dan memungkinkannya untuk menawarkan layanan inovatif yang baru seperti telepon internet (VoIP) kepada penggunanya,” kata Arjun Trivedi, Head of Nokia Siemens Networks Indonesia, dalam rilisnya Sabtu (10/5/2008). ( rou / rou )
Sumber http://www.detikinet.com
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jakarta - Indosat dan Citibank bekerjasama menghadirkan layanan mobile commerce atau transaksi perbankan secara elektronik melalui koneksi seluler.
Layanan mobile banking yang sudah beroperasi mulai Mei 2008 ini kemudian dinamai Citi Mobile. Sebagai operator telekomunikasi, Indosat akan menyediakan infrastruktur jaringan layanan. Sementara Citibank akan menyediakan informasi perbankan dan sarana pembayaran.
Dengan Citi Mobile, nasabah yang sering bepergian dapat melakukan transaksi e-banking seperti melakukan transaksi dengan kartu kredit, antara lain: mengecek saldo, transfer dana, pembayaran tagihan kartu kredit maupun pinjaman, serta membeli pulsa atau pembayaran tagihan telepon.
“Kerjasama antara Indosat dan Citibank ini kami harapkan dapat meningkatkan nilai tambah layanan seluler Indosat kepada para pelanggan yang juga nasabah Citibank,” pungkas Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro, dalam rilisnya Sabtu (10/5/2008). ( rou / rou )
Sumber http://www.detikinet.com
Trend perbankan less cash society menuntut tersedianya infrastuktur teknologi yang bisa mendukung. Sebagai provider telekomunikasi, PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mengkalim sudah siap dengan segala solusinya, baik infrastruktur maupun aplikasi/service yang mampu mendukung less cash society.
Kesiapan XL tersebut ditunjukkan pada Asia Pacific Conference & Exhibition 2008 (Apconex) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 7-9 Mei 2008. Event tahunan yang di selenggarakan oleh PERBANAS (Persatuan BankNasional) ini ditujukan untuk kalangan industri Banking and Finance. Tema Apconex 2008 memang menyangkut Financial Transformation Towards a Less Cash Society atau transaksi tanpa uang tunai.
Pada acara yang dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono itu, dengan mengusung tema Reliable Telecommunication Infrastructure to reinforce Less Cash Society (Kehandalan Infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung less cash society), XL, antara lain, menampilkan layanan solusi less cash society berupa M-Banking, Wimax for ATM, serta Mobile EDC (electronic data capture). “XL telah mengembangkan layanan untuk mendukung aktivitas less cash society sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan tuntutan trend masyarakat modern. kami juga sedang mengembangkan layanan lain yang bisa mempermudah layanan perbankan secara mobile,” kata Titus Dondi, VP Enterprise & Carrier XL.
Mengenai Wimax for ATM, XL sedang membangun layanan koneksi broadband wireless untuk ATM ini di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Dengan layanan ini, layanan perbankan melalui ATM akan menjadi lebih aman, cepat, serta mempunyai jangkauan yang lebih luas. Sementara itu, dengan layanan Mobile EDC, proses pembayaran akan menjadi lebih mudah, fleksibel, dan mobile. Alat pembayaran elektronik tanpa kabel, antara lain untuk pembayaran dengan kartu kredit, yang menggunakan jaringan GSM sehingga yang bisa dibawa ke mana-mana. Alat ini akan mempermudah, misalnya, layanan deliveri order.
XL juga menampilkan infrastruktur telekomunikasi yang antara lain berupa Multi Point Label Switching (MPLS), Leased Line, Mobile VPN (Mobile Data Services-MDS). XL juga menampilkan kemampuannya pada layanan Broandband Internet Access, Corporate User Group, Web 2 SMS, VoIP, serta Blackberry. Tak hanya itu, pada ajang itu, XL memperagakan kehandalam layanannya yang mampu mendukung aktifitas bisnis, antara lain Internet Broadband Access via Fixed Line, Wifi, 3G, HSDPA, Blackberry Services, CUG (Corporate User Group) – National Zone, M Banking, Web 2 SMS, Wimax for ATM, serta International Roaming (LRN & Flat data tariff international). (swa)
Sumber http://swa.co.id
JAKARTA, KAMIS - Sebelum akhirnya merebak menjadi sms santet dan telepon setan di sejumlah kota di Sumatera, isu ilmu hitam di jaringan seluler bermula dari informasi miring mengenai Axis, layanan seluler yang baru diluncurkan Natrindo Telepon Seluler (NTS) ahir Maret lalu. Informasi yang menyebar melalui forum diskusi di internet dan blog menyebut Axis sebagai kartu setan. Bahkan, informasi yang meresahkan tersebut mulai merambah dari SMS ke SMS.
“Pi jangan pki axis. Ktnya axis di blk jd sixa n di luncr ke dari gereja setan/anti kristus. N klu ada yg pki ntar di siksa setan,” demikian cuplikan SMS yang dikirimkan seorang anak kepada bapaknya. Di Lhoksuemawe dan Palembang, nama Axis sudah tidak muncul, namun berkembang menjadi SMS yang lebih meresahkan yakni informasi mengenai panggilan dari telepon setan yang dapat membunuh penerimanya.
Dengan adanya penyebaran SMS yang menyudutkan ini, pihak penyedia Axis mengaku tak terlalu khawatir dengan merebaknya isu tersebut. Pernyataan resmi untuk menanggapi penyebaran informasi yang menyudutkan tersebut juga tak akan dikeluarkan.
“Kita sih melihat ini sebagai hoax saja karena benar-benar nggak mendasar. Bahkan ada yang mengait-ngaitkan dengan 666 theory, padahal nomor Axis sama sekali tidak berhubungan,” ujar Anita Avianty, Head of Corporate Communication Natrindo Telepon Seluler saat dihubungi Kamis (8/5) sore. Nomor pengguna Axis menggunakan prefix 0838 bukan 0866 atau 0666.
Menyikapi hal ini, Anita malah senang. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perhatian masyarakat yang antusias terhadap Axis. Di sejumlah blog, misalnya di maseko.com, kabar miring tersebut memang menjadi pembicaraan hangat. Dari 296 komentar sampai Kamis (8/5) pukul 16.15 WIB, diskusi bahkan sampai membicarakan layanan Axis itu sendiri.
Meski demikian, pihaknya tidak akan membiarkan informasi yang tidak benar itu makin menyebar ke masyarakat. Anita berencana mengklarifikasi informasi-informasi yang tidak benar tersebut lewat blog-blog yang memuat kabar tersebut. WAH
Sumber http://kompas.co.id
JAKARTA, KAMIS - Masyarakat dihimbau tidak perlu resah dengan SMS santet yang mengabarkan bahwa panggilan dari nomor 0866 dan 0666 bisa menyebabkan penerimanya mati. SMS santet bisa dianggap teror. Panggilan dari nomor telepon yang tak lazim seperti itu juga bisa dipilih melalui layanan Internet.
“Yang jelas teknologi seluler adalah teknologi logika. Jadi, siapa yang menelepon atau mengirim SMS pasti dapat dilacak darimana asalnya,” ujar Heru Sutadi, salah satu anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) saat dihubungi, Kamis (8/6). Ia menjelaskan setidaknya dapat diketahui dari operator seluler apa SMS dikirim atau panggilan tersebut dilakukan. Apakah itu dari dalam negeri atau luar negeri.
Nomor empat angka yang tidak lazim seperti nomor telepon umumnya, menurut Heru, dapat dilakukan melalui layanan Internet. Ia yakin trik seperti ini bukan hal baru dan sudah lama dipakai untuk pengiriman SMS. Misalnya untuk memilih nama pengirim, nomor pengirim, atau menebalkan huruf. Memilih warna sampai menambahkan suara bahkan saat ini sudah ada operator yang menyediakan layanan.
“Dulu waktu saya di Jerman kirim sms pakai ’sms.de’ bahkan huruf di layar bisa jalan,” ujar Heru. Layanan semacam ini sempat marak di Internet saat SMS mulai diperkenalkan di jaringan seluler. beberapa perusahaan juga memanfaatkannya untuk SMS broadcast hingga untuk mengirim spam.
Menurutnya, penyebaran telepon dan SMS yang meresahkan itu hanya tindakan iseng. Pihaknya akan memantau perkembangan tersebut dan akan mengambil tindakan jika sampai merugikan masyarakat dengan menutup akses dari nomor tersebut. WAH
Sumber http://kompas.co.id
Ketatnya persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia tak bisa dipungkiri lagi. Antar operator telekomunikasi saling intip program yang bakal diterapkan, untuk memenangkan kompetisi. Bahkan, bila perlu, meniru program operator seluler lain meski dengan kemasan berbeda. Akhir-akhir ini sering dijumpai operator seluler meluncurkan program-program yang serupa, meski tak sama. Jika satu operator menawarkan program tarif murah, tidak berselang lama operator lain menyusul mengenalkan program serupa. Persaingan operator seluler dengan cara saling meniru ini terjadi sangat ketat.
Regional Sales Operational Manager East Java PT Exelcomindo Pratama Tbk, Liedya Andayani mengakui, fenomena seperti ini akan selalu menjadi tantangan berat dalam bisnis telekomunikasi. “Entah sampai kapan berakhir, kami tidak bisa memprediksi,” ujarnya, kemarin.
Kompetisi yang sangat ketat itu, menurut Lidya, karena potensi pasar telekomunikasi di Indonesia yang masih sangat besar. Dari sekitar 220 juta penduduk Indoesia, sekarang ini baru 40 persen yang telah memanfaatkan dan memiliki sarana telekomunikasi.
Karena itu, tidak perlu heran apabila di antara operator telekomunikasi berusaha mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya dengan menawarkan berbagai layanan dan program yang memanjakan masyarakat dalam bertelekomuniasi. Salah satunya, dengan sistem penarifan yang diinovasi sangat murah.
“Operator seperti XL melihat budaya masyarakat Indonesia itu suka dengan biaya murah, maka diciptakan inovasi tarif murah kepada pelanggan,” ucap Liedya.
Terbukti, setelah XL mengeluarkan tarif murah jumlah pelanggan langsung membengkak dan traffic telekomunikasi meningkat tajam. Bahkan, akibat tingginya traffic dan banyaknya pelanggan yang berkomunikasi pada saat jam sibuk, kapasitas jaringan yang disediakan XL mengalami over.
Berbagai risiko teknik hingga risiko komplain dari pelanggan harus diterima XL. Tetapi, ini semua menjadi pelajaran berharga untuk selalu menambah kapasitas dan meningkatkan keandalan layanan bertelekomunikasi bagi pelanggan.
“Bagaimanapun risiko itu selalu ada, bagi XL itu menjadi tantangan untuk bisa lebih baik lagi dalam memberi layanan kepada pelanggan dan memenangkan persaingan pasar,” tukas Liedya.
Tambah Jaringan
Direktur Utama PT Exelcomindo Pratama Tbk Hasnul Suhaimi mengatakan, tahun ini disediakan dana belanja hingga 1 miliar dolar AS (Rp 9,2 triliun) untuk fokus peningkatan kapasitas jaringan dan memperluas jangkauan. Hal itu sebagai upaya mengimbangi kenaikan durasi pemakaian telekomunikasi sebagai dampak hasil strategi penerapan tarif murah. “Dana belanja itu hanya untuk tahun ini saja, mudah-mudahan dengan peningkatan kualitas jaringan membuat layanan XL semakin meningkat,” kata Hasnul. Sampai kuartal I 2008, XL telah menjangkau sekitar 90 persen wilayah Indonesia dengan 12.290 Base Transceiver Station (BTS). Sedangkan jumlah pelanggan mencapai sekitar 18,4 juta pelanggan atau naik hingga 82 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan usaha selama kuartal I mencapai Rp 2,7 triliun atau naik 51 persen dari tahun sebelumnya. achmad amru muiz
Sumber http://www.surya.co.id
Sarie - Okezone
JAKARTA - Indosat dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis sepakat untuk bekerjasama dalam pengembangan dan pengelolaan layanan mobile banking yang bernama ATM Bersama Mobile. Layanan ATM Bersama Mobile ini merupakan fasilitas transaksi dan informasi perbankan melalui Mobile Phone dengan interaksi menggunakan saluran komunikasi data atau GPRS Indosat bagi pelanggan ATM Bersama.
Setelah sehari sebelumnya Indosat menandatangani kerjasama dan melakukan uji coba dengan partner-partner layanan ?dompetku? seperti Bank Mandiri, Abhitama Citra Abadi, WIN, PVSTAR dan Artajasa, kini Indosat kembali melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan Artajasa sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang penyelenggara jaringan ATM yang dikenal dengan nama ATM BERSAMA dan penyelenggaraan layanan transaksi elektronis lainnya, yang dapat dilakukan melalui beragam delivery channel termasuk (tetapi tidak terbatas) pada mesin Automated Teller Machine (ATM) dan Terminal Electronic Data Capture (EDC).
Melalui ATM Bersama Mobile, Nasabah Bank yang memiliki kartu ATM yang terhubung ke Jaringan ATM Bersama dan menggunakan layanan Seluler GSM Indosat� (Matrix, IM3 atau Mentari) serta memiliki handset dengan feature Java Applet (MIDP2) dapat menikmati seluruh transaksi perbankan yang dapat digunakan melalu ATM selain tarik tunai, seperti Informasi saldo, transfer antar bank, pembelian voucher elektronik, pembayaran telepon, listrik, kartu kredit, dan lain lain.
“Tentunya dengan membangun kerjasama dengan industri yang berbeda, pelanggan Indosat semakin mendapatkan manfaat� yang lebih dari sekedar bertelepon. Pelanggan tidak perlu repot-repot lagi mengantri untuk melakukan transaksi perbankan. Karena semua transaksi ATM dapat dilakukan menggunakan handphone (kecuali tarik tunai) dimana saja dan kapan saja,” jelas Group Head Gaming & Content Indosat Judy Natasatria Adhitianto melalui keterangan tertulis, Jumat (9/8/2008).
Arya Damar, Direktur Utama PT Artajasa Pembayaran Elektronis juga mengatakan, “Hadirnya ATM Bersama Mobile ini tentunya akan memberikan kemudahan bagi para nasabah perbankan. Nasabah dapat dengan cepat melakukan berbagai transaksi perbankan melalui telepon selulernya.”
Perbedaan antara ATM Bersama Mobile dengan SMS Banking adalah ATM Bersama Mobile menggunakan program JAVA Applet sebagai menunya dan GPRS sebagai jalur komunikasinya serta SMS Nofifikasi untuk bukti transaksi yang bisa di simpan di inbox. Dengan demikian� pelanggan akan semakin mudah� melakukan transaksi perbankan. Selain itu komunikasi menjadi real time/online, data yang dapat dikirim menjadi tidak terbatas selayaknya menggunakan ATM dan biaya transaksi menjadi sangat murah.
Untuk mendaftar aplikasi Mobile ATM Bersama pelanggan cukup mengetik REG ATMB kirim ke 818. Kemudian download aplikasi Mobile ATM Bersama melalui SMS Push yang diterima dan ikuti langkah-langkah instalasi pada pesawat handphone anda atau dapat download dari I-GO. Passcode aplikasi Mobile ATM Bersama akan dikirimkan melalui SMS setelah proses instalasi selesai. Semua merk dan tipe handphone yang support JAVA Midp 2.0 dan GPRS/3G/HSDPA dapat mendukung aplikasi ATM Bersama Mobile ini. (srn)
Sumber http://techno.okezone.com
Sarie - Okezone
JAKARTA - Dalam rangka HUT Telkomsel ke-13, pelanggan simPATI mendapat kado komunikasi sangat murah yakni Rp0,5/detik setelah detik ke-13 hingga menit ke-13 ke sesama Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) pada pukul 00.00 - 06.00 waktu setempat. Untuk 13 detik pertama dikenakan Rp25/detik atau Rp325.
Disamping itu komunikasi murah sesama Telkomsel juga diberlakukan pada pukul 06:00 - 18:00 yakni Rp0,5 setelah 60 detik hingga menit ke-13 (60 detik pertama Rp25/detik). Sedangkan pukul 18:00 - 24:00 berlaku Rp0,5 setelah 90 detik hingga menit ke-13 (90 detik pertama dikenakan Rp25/detik), demikian berulang seterusnya.
Bahkan tarif murah Rp0,5 juga berlaku ke nomor operator lain sepanjang hari. Untuk panggilan ke operator lain (PSTN, FWA dan selular lain) berlaku Rp0,5/detik setelah 1 menit hingga menit ke-3 (60 detik pertama Rp25/detik). Hal ini berulang pada menit kelipatannya, yakni Rp0,5/detik pada menit 4-6, 7-9, 10-12, dan seterusnya.
Untuk menikmati tarif hemat ini, pelanggan cukup mengubah pilihan tarifnya dengan menekan Menu Perpindahan Tarif *880# langsung dari ponsel, selanjutnya pilih 3 untuk Tarif PeDe 13. Selama bulan Mei ini setiap perpindahan tarif tidak dikenakan biaya apapun.
“simPATI PeDe 13 ini bersifat fleksibel. Artinya pengguna simPATI dapat melakukan perpindahan tarif hanya dengan mengetik kode perpindahan langsung dari ponsel. Baik itu menggunakan skema tarif simPATI PeDe yang saat ini atau menggunakan tarif simPATI Ekstra maupun simPATI PeDe yang sebelumnya,” ujar VP Marketing and CRM Telkomsel Henri Mulya Sjam saat peluncuran simPATI PeDe 13 di Blitz Megaplex Pacific Place, jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (9/10/2008).
Telkomsel tetap memberikan pilihan tarif yang fleksibel, dimana pelanggan dapat memilih tarif per menit dengan ekstra bonus bicara dan SMS, dengan waktu pemakaian bonus dan akumulasi yang makin panjang, yakni pukul 00.00 ? 12.00. Selain itu pelanggan juga masih dapat memakai tarif per detik dengan benefit 1 menit pertama Rp 25 per detik, selanjutnya Rp 0,5 per detik sampai dengan menit ke-5, seterusnya dengan skema berulang. Tarif PeDe 13, Tarif Per Detik serta Bonus ekstra bicara dan SMS ini berlaku hingga 30 Juni 2008. (srn)
Sumber http://techno.okezone.com
Gedung Temasek (ist.)
Suhendra - detikinet
Jakarta - Upaya Temasek Cs melawan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal monopoli akhirnya kalah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hakim justru memberikan hukuman yang lebih berat ke Temasek.
Putusan kasus Temasek versus KPPU itu dibacakan oleh Hakim Ketua Andreani Nurdin dengan dua anggota hakim Heru Parno dan Zulfahmi, di gedung PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Sembilan pelapor yang mengajukan banding putusan KPPU ke PN Jakpus adalah Temasek Holdings Pte. Ltd, Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd, STT Communications Ltd, Asia Mobile Holding Company Pte. Ltd, Asia Mobile Holdings Pte, Indonesia Communications Limited, Indonesia Communications Pte, Singapore Telecommunications Ltd, dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd.
Satu lagi yang mengajukan keberatan adalah PT Telkomsel.
Keputusan hakim tersebut adalah:
Pertama, PN Jakarta Pusat memutuskan pada Temasek dan 8 anak usahanya terbukti melanggar pasal 27 a UU no 5 tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat.
Kedua, memutuskan kepada Telkomsel tidak melanggar pasar 25 b UU No 5 tahun 1999.
Ketiga, memutuskan kepada Telkomsel melanggar pasal 17 ayat 1 UU No 5 tahun 1999.
Keempat, memutuskan kepada Temasek dan 8 anak usahanya untuk menghentikan kepemilikan sahamnya di Telkomsel dengan cara melepas salah satu perusahaannya antara Telkomsel atau Indosat dalam waktu 12 bulan atau mengurangi kepemilikan masing-masing sahamnya di Telkom atau Indosat sebesar 50% dari jumlah saham dalam waktu 12 bulan terhitung sejak diputuskan ini.
Kelima, memerintahkan kepada Temasek dan 8 anak usahanya untuk memutuskan perusahaan yang akan dilepas kepemilikan sahamnya, serta melepas hak suara dan hak mengangkat direksi dan komisaris pada salah satu perusahaan yang akan dilepas yaitu Telkomsel atau Indosat dengan dilepas secara keseluruhan atau mengurangi kepemilikan saham masing-masing 50% di Telkomsel dan Indosat.
Keenam:
a. Pelepasan kepemilikan saham maksimal 10% saham dari yang dilepaskan
b. Pembeli tidak boleh terafiliasi dengan Temasek dan lapangan perusahaan bisa dalam bentuk apapun
Ketujuh, menghukum Temasek dan 8 anak usahanya masing-masing denda Rp 15 miliar.
Kedelapan, menghukum Telkomsel denda Rp 15 miliar.
Kesembilan, menghukum pemohon perkara sebesar Rp 17.809.000
Sedangkan keputusan KPPU agar Telkomsel mengurangi tarif 15% tidak terbukti secara teknis sehingga tidak dikabulkan.
Kasubdit investigasi KPPU Mohammad Reza mengatakan keputusan ini lebih keras dari keputusan KPPU. “Mengenai naik banding kita bicarakan lagi,” ujarnya.
Sementara pengacara STT, Lucas mengatakan akan banding ke MA dan menilai putusan ini makin memperburuk citra investasi di Indonesia.
Sedangkan pengacara KPPU Muhammd Muklas mengatakan dengan adanya keputusan ini justru menambah kepastian investor berinvestasi di Indonesia tentang persaingan usaha yang tidak sehat. ( rou / rou )
Sumber http://www.detikinet.com

Sarie - Okezone
JAKARTA - Indosat meneruskan komitmennya untuk mengimplementasikan transaksi elektronik Dompetku. Empat perusahaan lagi telah digandeng oleh Indosat termasuk diantaranya adalah Bank Mandiri.
Kerja sama ini akan memfungsikan Bank Mandiri sebagai Bank yang menyediakan fasilitas pengisian dan penarikan Dompetku. Bahkan Indosat dan Bank Mandiri pun saat ini sedang berupaya untuk mengembangkan sistem pembayaran micropayment dengan menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC) di Indonesia dan melakukan ujicoba dengan merchant yang telah siap mengadopsi teknologi ini.
“Teknologi NFC memungkinkan proses transaksi dilakukan melalui sebuah chip yang menempel pada ponsel, entah itu ditempel di bagian mana saja di sekitar ponsel. NFC pun berbeda dengan teknologi RFID yang mengandalkan frekuensi sehingga proses transaksi bisa dilakukan dalam jarak yang cukup jauh,” ujar Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro, usai penandatanganan kerja sama Indosat Dompetku di event Apconex 2008 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2008).
Selain dengan Bank Mandiri, Indosat pun bekerja sama dengan Artajasa sebagai penyedia sistem suiting yang menghubungkan sistem Dompetku dengan beberapa sistem seperti bank-bank yang terhubung dengan jaringan ATM bersama dan gerbang sistem pembayaran tagihan. Selain itu Artajasa juga akan mengembangkan ke arah merchant bersama serta pelaksanaan sistem settlement antara merchant dan Dompetku dan sistem laporan harian.
Sedangkan kerja sama dengan WIN akan menciptakan keterhubungan antara sistem Dompetku dan sistem WIN sebagai kelompok usaha penyedia bisnis solusi dan konsultasi untuk komunitas micro-finance di Indonesia dengan anggota Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Asosiasi BMT/ Koperasi se-Indonesia (ABSINDO) dalam penggunaan Dompetku. Dua perusahaan grup merchant juga digandeng oleh Indosat yaitu Abhimata Citra Abadi dan PVStar.
Layanan Dompetku merupakan jasa pembayaran dan pembelian barang dari merchant rekanan Indosat melalui ponsel dengan menggunakan kartu seluler Indosat, baik Mentari, Matrix maupun IM3, hanya dengan mengetikkan pesan singkat. (srn)
Sumber http://techno.okezone.com