.jpg)
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jakarta - Excelcomindo Pratama (XL) sempat kehilangan 5% pelanggan pascabayarnya karena memilih migrasi ke prabayar. Namun, operator seluler ini juga berhasil mengakuisisi pelanggan baru dari kalangan prabayar dengan jumlah yang tak kalah banyak.
“Alhasil, pelanggan pascabayar kami tak berkurang maupun bertambah. Tetap stagnan di angka 400 ribu pelanggan,” jelas Junaedi Hermanto, VP Sales XL, di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Tak hanya pelanggan yang stagnan, pendapatan dari pascabayar juga kurang baik. Pendapatan rata rata pelanggan (average revenue per user/ARPU), turun drastis dari Rp 400 ribu jadi Rp 150 ribu.
Nah, untuk lebih menggairahkan pascabayar, XL meluncurkan tiga program pascabayar priority 150, 300, dan 500. Kata Junaidi, XL dengan program ini berharap dapat menambah 50 ribu pelanggan pascabayar dan menggenjot ARPU. ( rou / faw )
Sumber: http://www.detikinet.com

Trisno Heriyanto - detikinet
Jakarta - Ponsel dengan sistem operasi Android akhirnya mendarat di Indonesia. Telkomsel terpilih sebagai operator seluler yang digandeng HTC untuk memasarkan produk ponsel android-nya, HTC Magic.
Ya, hari ini Telkomsel meluncurkan paket bundling HTC Magic. Seperti iPhone, Telkomsel juga membundling ponsel tersebut dengan beberapa paket menarik untuk memikat calon konsumen.
“Paket bundling HTC Magic lengkap dengan Simpati PeDe dijual seharga Rp 6,5 juta, termasuk gratis kuota 300 MB per bulan selama enam bulan. Bahkan selama periode promo, hingga 31 Desember 2009, bagi 500 pelanggan pertama akan memperoleh gratis micro SD 8 GB,” jelas Gideon Edi Purnomo, VP channel management Telkomsel, dalam peluncuran HTC di Hotel Mulia, Kamis (11/6/2009).
Kehadiran HTC Magic coba menjembatani antara perangkat komunikasi untuk berbisnis dengan hiburan, dengan cara memadukan kemampuan sinkronisasi outlook, smart dialler dan kenyamanan layar sentuh.
Tentunya kedatangan ponsel Android ini akan ikut memanaskan persaingan di bisnis ponsel tanah air. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Konsumen yang akan menentukan. ( faw / faw )
Sumber: http://www.detikinet.com
Sejak akhir minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik. Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry –nya/BB. Mendadak PIN nya tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM/Research In Motion ini jadi mandul.
Dita, misalnya, harus menelan kejengkelan karena BB yang selama ini jadi alat bekerja maupun teman setianya baik untuk berkomunikasi maupun bersosialisasi melalui facebook jadi bisu. “PIN yang di status beda dengan yang di body,” jelas Dita yang mengaktifkan layanan BB-nya sejak 4 bulan lalu.
Sulit dibedakan mana yang “nyawanya” asli atau hasil kloning? Saat ini ada banyak pengguna BB yang terjebak kasus seperti dialami Dita: tiba-tiba PIN-nya kena suspend.Bisa jadi mereka termasuk korban cloning PIN, yang terpikat membeli BB karena harganya jauh lebih murah daripada yang ditawarkan sejumlah operator telekomunikasi, partner resmi RIM dalam menjual BB di Indonesia, atau para pedagang yang menjadi rekanan operator.
Meskipun hal tersebut belum sepenuhnya benar. Karena ada sebuah toko penjualan handheld yang cukup terkenal dan reseller resmi penyedia layanan BB, menjadi korban juga. Untunglah toko tersebut berani memberikan solusi yang baik, sepanjang konsumen bisa menunjukkan kuitansi pembelian di toko tersebut, maka dia memberikan pengganti dengan handheld baru.
Memang bukan rahasia, ketika pasar BB marak di Indonesia, suplai resmi handheld tersebut tak bisa memenuhi permintaan pasar. Sehingga tak heran jika banyak juga reseller resmi yang kemudian belanja dari pelbagai sumber termasuk importir non operator.
Fenomena Blackberry.
BlackBerry memang jadi fenomenal sejak dua tahun belakangan ini. Siapa nyana handheld buatan Kanada ini – yang 5 tahun lalu masih susah dijual di Indonesia — kini laris bak sepatu Crocs. Seperti booming Communicator sekian tahun lalu: banyak pengguna BB yang nyatanya hanya menggunakan alatnya hanya untuk menelepon dan kirim sms. Ketika ditanya berapa no PIN-nya, merekapun kebingungan. “PIN apa ya?” Begitu kerap terdengar. Padahal BB bukanlah handphone biasa, tapi telepon genggam “super”. Dan PIN adalah salah satu yang membedakan BB dengan handheld yang lain.
Sesuai hukum pasar, ada permintaan maka pasokanpun melimpah. Dalam hal ini harus diakui, kemampuan Indosat, XL, dan Telkomsel melayani pasar BB tidak sebanding dengan permintaan pasar, bahkan untuk kawasan Asia di mana permintaan lebih tinggi di bandingkan pasokannya. Yang terjadi, BB pun mengalir deras masuk, memenuhi kebutuhan pasar yang sedang haus. Kerap disebut-sebut si BB BM (black market) yang artinya tidak dilengkapi dengan garansi operator atau reseller resmi. Bahkan ditemu kenali jumlahnya lebih banyak dari yang dijual secara resmi oleh operator, yang total ada 200 ribuan.
Ihwal lahirnya PIN atau IMEI/ International Mobile Equipment Identity “palsu” itu kabarnya berawal dari raibnya sejumlah handheld BB dari gudang sejumlah operator dunia seperti Rogers, AT & T, dan beberapa operator lainnya sekian saat lalu. Seperti yang diumumkan pihak T-Mobile pada 22 Januari 2008, “T-Mobile loses $8.2 million in mobile phone robbery – warehouse burgled for 36,000 cellphones”. Ketika itu dengan sigap, RIM memang telah memblokir PIN handheld yang hilang tersebut.
Hal lain yang bisa dianggap memicu maraknya BB dengan PIN atau IMEI jadi-jadian adalah masuknya barang-barang rekondisi / refurbish, dan barang-barang yang di negara asal nya di katakan garansi 14 hari (14 days Warranty). Barang-barang ini mungkin saja sudah bermasalah dari negara asal nya sehingga diperlukan kosmetik PIN dan IMEI untuk dapat menjadikannya ‘hidup’ dan layak untuk dijual kembali.
Namun, bisa diduga, barang-barang haram tersebut masuk ke pasar, dan memikat pembeli. Soal IMEI dan PIN? Tak masalah, karena di negeri Cina, kabarnya, banyak yang ahli mengkloning IMEI dan PIN persis dengan aslinya. Sehingga bisa jadi ketika pembeli BB aspal tersebut meregistrasi layanan BB-nya ke sistem RIM, diterima dengan mulus, dan semua fungsi BB berjalan normal.
Heboh PIN aspal (asli tapi palsu) yang melanda akhir pekan ini memang kabarnya dipicu oleh upaya pihak RIM untuk memperbaiki sistem sekuriti mereka. Mengindentifikasi paduan IMEI, PIN dan BSN/Board Serial Number setiap BB yang sesuai dengan data RIM. Jika ternyata ada BB yang ditemu kenali paduannya (nyawanya) tidak sesuai, otomatis akan diblokir.
Sebuah upaya yang baik dari produsen handheld kaliber dunia. Hanya, sayangnya upaya ini memakan banyak korban, mereka yang tak tahu bahwa BB yang mereka pakai ternyata “nyawanya” merupakan hasil kloning.
Sialnya, kasus ini, sepertinya hanya terjadi di Indonesia. Dan sangat disayangkan pihak RIM – yang hingga saat ini tak memiliki cabang ataupun service center di Indonesia — tak terdengar suaranya. Di saat para pengguna BB yang merasa dirugikan kebingungan, maka salah satu yang ”jadi sasaran” adalah para operator selular penyedia layanan BB: XL, Indosat dan Telkomsel. Padahal, mereka tak bisa memberikan solusi apapun dalam kasus ini. Sebab system yang bisa mendeteksi sebuah handheld BB valid atau tidak, ya hanya sistemnya RIM, bukan sistem operator.
Jika selama ini terkesan RIM masih bersikeras dengan sikap untuk tidak peduli dengan BB BM. Namun, dengan kasus ini mestinya RIM tak lagi bisa cuek. Para operator penyedia layanan BB, tak boleh hanya mementingkan pengembangan pasar, dan dengan terus bersaing memainkan harga layanan. Kali ini mereka harus berkolaborasi, duduk bareng bersama RIM, menjelaskan kepada publik, bahwa mereka hanya menjamin ”kelangsungan hidup” layanan BB terhadap handheld yang dibeli melalui jalur resmi mereka. RIM juga mesti memvalidasi produk yang diditribusikan melalui jalur resminya, serta memberikan garansi atas produk tersebut. Tidak seperti sekarang, garansi yang ada hanyalah keluaran toko.
Regulator pun mestinya tak tinggal diam. Semisal, dia bisa membuat aturan, setiap produk yang beredar di pasar Indonesia, harus memiliki perwakilan, atau minimal service center, sehingga konsumen juga punya kepastian terhadap layanan purna jual semua produk.
Sambil menanti respon nyata RIM untuk memelihara pasar di Indonesia, tak ada salahnya para peminat handheld BB lebih waspada lagi, saat berbelanja BB.
1. Jangan tergiur tawaran BB harga murah.
2. Membeli BB ke operator atau ke reseller resminya.
3. Cek apakah IMEI dan PIN yang ada di body sama dengan yang ada di status (bukan tempelan tambahan).
4. Atau bisa juga menanyakan ke operator tentang ke absahan no IMEI dan PIN BB yang akan dibelinya.
5. Untuk mendapatkan info tentang pengalaman penggunaan BB bisa diperoleh di sejumlah milis BB, seperti id-blackberry@yahoogroups.com
Karena, BB yang dijual di pasar semuanya asli. Yang perlu dicek adalah apakah PIN dan IMEI-nya asli atau hasil kloning. Dan itulah yang perlu diwaspadai.
Sumber : http://vlisa.com
Dengan mulai berjalannya fitur Sistem Unlimited Refund ARM19 dan juga fitur-fitur lain yang menyertainya, maka kami akan menyelenggarakan Pelatihan Sistem Unlimited Refund :
Hari/tanggal : Sabtu-Minggu/6-7 Juni 2009
Pukul : 09.00-20.00 BBWI
Tempat : Aula Kompleks Pertokoan Landungsari Indah, Jl. Raya Tlogo Mas, Malang
Biaya : Rp. 150.000,00
Pelatihan dilakukan melalui paparan yang mendalam dan detail serta studi kasus masing-masing perserta secara langsung. Para peserta bisa membawa komputer, chip master pengisian pulsa, handphone beserta kabel datanya dan segenap perangkat yang dibutuhkan lainnya untuk di-setting sewaktu pelatihan, sehingga selepas pelatihan peserta telah siap bertransaksi.
Catatan:
- Biaya di atas sudah termasuk 2 (dua) kali makan siang, 2 (dua) kali makan malam, transportasi ke penginapan, notebook dan alat tulis. Untuk penginapan bisa melalui kami untuk pemesanan hotel atau losmen, namun bisa pula dilakukan sendiri.
- Bagi peserta yang melakukan pembelian ARM19 baru, biaya di atas GRATIS.
- Seperti yang telah kami umumkan pada posting sebelumnya, diskon 30% pembelian baru berlaku hingga SEBELUM tanggal 1 Juni 2009.
- Pendaftaran/registrasi bisa dilakukan dengan mengontak Customer Service kami DI SINI paling lambat Jum’at, 29 Mei 2009.
Dengan mulai menguatnya rupiah sehingga harga kompenen hardware kembali normal, maka kami beritahukan bahwa per tanggal 1 Juni 2009, semua software produk Light19 juga kembali ke HARGA NORMAL. Diskon HANYAdiberikan kepada para anggota FORUM sebesar 15%.
Bagi para pengguna ARM19 yang terkoneksi ke internet, tips berikut bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan penyusupan yang tak diinginkan :
- Database dan Server ARM19 tak pernah dan tak perlu di-online-kan.
- Jika membutuhkan koneksi internet untuk modul-modul tertentu [YM Center/Request, H2H, Telkomsel PC Online dan Interkoneksi], maka jalankan modul-modul tersebut di Client ARM19.
- Baik pada Web Server, Server ARM19 maupun Client ARM19 berlakukan setting Firewall bawaan installer dan update dari ARM19.
- Disarankan Web Server, Server dan Database ARM19 terpasang di mesin yang berbeda dan saling terkoneksi via Local Area Network [LAN].
- Untuk Web Server dan Database sebaiknya menggunakan LitOS 1.2. Atau jika ingin menggunakan yang versi Windows, gunakan paket yang ter-bundle dari installer ARM19 [baik MySQL maupun Apache Web Servernya] karena padanya telah kami lakukan kustomisasi.
- Rubah password Database MySQL via Konfigurasi Database di ARM19.
- Jika menggunakan antarmuka web [baik Sistem Unlimited Downline maupun Sistem Unlimited Refund] gunakan password yang tak mudah ditebak. Walaupun sudah kami tambahkan kombinasi nomor handphone reseller.
- Terapkan hak akses seperlunya, misalnya jika hanya membutuhkan web reporting saja, maka fitur transaksi via web bisa dinon-aktifkan.
- Ingatkan reseller yang melakukan aktivitas via antarmuka web untuk logout jika memang telah selesai.
- Masukkan daftar IP yang diijinkan mengakses script H2H hanya yang memang benar-benar memerlukannya.
- Sarankan reseller Anda mengganti passwordnya secara teratur.
- Pilih Internet Service Provider [ISP] yang terpecaya.
- Selalu ikuti update yang ada.
- Terakhir, pilih anak buah yang baik.
Untuk konfigurasi keamanan yang lebih lagi, atau memerlukan bantuan, silahkan menghubungi Customer Servicekami pada jam kerja. Bagaimana pun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati terbobol.
Salam sukses.
Perang tarif yang terus berkobar telah berbuah pahit bagi para operator telekomunikasi. Tak hanya menggerus kinerja mereka, kualitas layanan pun merosot. Lantaran operator banting-bantingan harga, jumlah pelanggan membludak. Akibatnya kapasitas jaringan semua operator penuh sehingga kualitas jaringan jadi semakin buruk.
Tahun lalu, para operator memang berlomba-lomba menurunkan tarif. Ini setelah terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkorninfo) No. 09/2008 dan Permenkominfo No. 15/2008 pada April 2008 yang mengharuskan penurunan tarif interkoneksi antar operator hingga 30 persen.
Akibat beleid ini, tarif ritel, baik seluler alias Global System for Mobile communications (GSM) maupun layanan tetap (fix lined) dan Code Division Multiple Access (CDMA), semua operator ikut melorot. Maklum, kontribusi tarif interkoneksi terhadap tarif ritel mencapai 60 persen.
Alhasil, kinerja para operator telekomunikasi pun merosot: Kinerja operator raksasa macam PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pun ikut tergerus.
Sebagai operator incumbent, Telkom mengaku kehilangan pendapatan besar sejak pemberlakukan penurunan tarif interkoneksi. Sepanjang 2008, “Akibat penurunan interkoneksi, kami kehilangan pendapatan Rp 1 triliun,” kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah, Rabu (29/4) lalu.
Kualitas menurun
Meski belum merilis laporan keuangannya, kabarnya Telkom hanya mampu meraup pendapatan Rp 64,9 triliun sepanjang 2008. Ini naik 4 persen dari Rp 62,49 triliun pada 2007. Sialnya, beban biaya justru bengkak. Misal, biaya program pensiun saja sebesar Rp 500 miliar. Telkom juga rugi kurs lebih dari Rp 1 triliun. Walhasil, laba bersih 2008 Telkom diperkirakan turun 12 persen menjadi Rp 11,32 triliun.
Kinerja PT Indosat Tbk kurang lebih sama. Sepanjang 2008, pendapatan Indosat naik 13,2 persen dari Rp 16,49 triliun menjadi Rp 18,66 triliun. Sayang, Indosat hanya mengantongi laba bersih Rp 1,8 triliun, turun 8 persen dibanding 2007. Direktur Pemasaran PT Indosat Tbk Guntur Siboro mengakui, laba bersih Telkom melorot salah satunya karena penurunan tarif. Namun, dia menambahkan, faktor terbesar penurunan ]aba Indosat adalah makro ekonomi. “Banyak faktor ekonomi, salah satunya adalah kurs rupiah yang anjlok,” ajar Guntur.
Miftadi Sudjai, pengamat telematika dari Institut Teknologi Telkom mencatat, sejak terjadi penurunan tarif pada April 2008, hampir semua operator besar mengalami penurunan pendapatan.
“Kompetisi memang menekan EBITDA (laba sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi) operator. Indosat turun 2,9 persen, Telkom turun 4 persen, sementara-PT Excelcomindo Pratama,(XL) stabil,” kata Miftadi.
Juru Bicara XL, Myra Junor, menolak jika perusahaannya disebut merugi akibat persaingan tarif. “Net loss ini bukan penurunan revenue, saat itu tarif rupiah kan anjlok, suku bunga bank juga naik,” katanya.
Pada 2008, XL meraup pendapatan bersih Rp 9,76 triliun, naik 51,08 persen dibanding 2007 yang Rp 6,46 triliun. Cuma, selama 2008, XL mengalami rugi bersih Rp 15 miliar.
Apapun dalih operator, sebagian besar kalangan sepakat persaingan tarif berimbas pada kinerja operator, dan kualitas layanan.
Johnny Swandi Syam, Direktur Utama Indosat yang sekaligus Ketua Komite Tetap Telekomunikasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mencatat. tarif telekomunikasi di Indorwsia mernang traun drastis sejak April 2008.
Sebelum perang tanf. biaya telekomunikasi Indonesia peringkat kedua termahal setelah China. Tapi setelah perang tarif, biaya telekomunikasi di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terendah di dunia.
Selain itu, gara-gara ketatnya perang tarif, kualitas layanan operator juga memburuk. “Itu karena kemampuan meningkatkan kapasitas dan coverage operator berkurang, sehingga kualitas layanan menurun,” kata Johnny. (Yudo Widhianto, Danto/Kontan)
Sumbe : http://bisniskeuangan.kompas.com
Berdasarkan info dari GMES Pulsa, inilah server-server YM yang disediakan oleh pihak Yahoo yang bisa dipilih jika terdapat gangguan/maintenance pada salah satu server tersebut, sehingga transaksi tetap bisa jalan terus :
Primary Server
mcs.msg.yahoo.com
scs.msg.yahoo.com
scsa.msg.yahoo.com
scsb.msg.yahoo.com
scsc.msg.yahoo.com
scsd.msg.yahoo.com
scsf.msg.yahoo.com
cn.scs.msg.yahoo.com
Secondary Server
relay.msg.yahoo.com
vcs.msg.yahoo.com
vcs1.msg.yahoo.com
vcs2.msg.yahoo.com

23 April lalau, CV. Light Intermultimedia, genap berusia 8 tahun. Semoga terlimpahi berkah. Amien.
Fitur-fitur update kali ini meliputi :
- Auto Backup. Dengan fitur ini, prosesi backup data bisa dilakukan secara berkala sesuai dengan setting yang diinginkan.
- Auto Shutdown. Kehadiran fitur ini memungkinkan mematikan komputer [baik server maupun client] pada waktu yang ditentukan, misalnya jam 12 malam [00:00:00]. Prosesi mematikan ini didahului dengan menutup semua aplikasi ARM19 [baik server maupun client] yang sedang running, baru kemudian mematikan komputer. Tujuan fitur ini adalah mengakhiri dan menutup sesi layanan ARM19, berbeda dengan fitur Auto Restart yang telah diluncurkan sebelumnya, yang bertujuan untuk me-restart [menutup dan membuka kembali] semua aplikasi ARM19 [baik server maupun client], dimana tujuan utamanya adalah menginisialisasi resource [terutama memory komputer] untuk menjalankan aplikasi ARM19 sehingga kembali fresh dan ringan.
- Login Modul Manual berdasarkan Kode Reseller. Yup, kami mengembalikan login berdasarkan Kode Reseller yang kemudian akan masuk ke Modul Manual. Dengan ini maka prosesi topup/request/trx secara manual HANYA bisa dilakukan sesuai dengan reseller yang login.
- Alert/Peringatan Limit Deposit Menipis. Jika sebelumnya ARM19 bisa mengatur Limit Deposit Reseller, maka keberadaan fitur ini melengkapi hal itu. Dengan demikian, maka reseller yang sudah menipis depositnya [sebelum angka di setting Limit Deposit Reseller] akan mendapatkan peringatan via SMS/YM.
- Format Request untuk Administrator di Center 3/YM Center/CDMA Center. Dengan ini, Center I dan II memasuki masa-masa terakhirnya berformat titik dan ttik koma (. dan ; ) untuk disamakan dengan Center III/YM Center dan CDMA Center yang berformat spasi. Jadi bagi yang masih menggunakan format titik dan titik koma, mulailah melakukan migrasi, karena pada update mendatang semua center akan berformat spasi.
- PIN Modul USSD I/II, GSM SMS, CDMA SMS, YM Request, H2H AstaPulsa, Cellpay, Pulsacentre dan Siputri dijadikan satu seperti Modul Menu GSM.
- Fungsi cari di Modul Model Harga.
- Daftar Harga Produk dalam Model Harga di halaman web Sistem Refund.
- Sama seperti format pengisian pulsa, sekarang pada format request Tambah Deposit (Unlimited Downline) dan Transfer Deposit bisa disertakan indikator yang ke sekian <n>. Dengan demikian maka bisa dihindarkan pengulangan karena jaringan operator yang bermasalah.
- Penggatian tipe data float ke bigint(20) utk kolom/field id dari tabel-tabel data besar seperti tabel transaksi sehingga bisa menampung increament data id yg sangat besar tanpa perlu melakukan reset data.
- Pemerataan eksekusi request suatu parsing jika ada lebih satu terminal yang melayani parsing tersebut.
- Pembenahan bug yang timbul akibat pengambilan mata uang Rp. Dari Regional Setting Windows yang membuat edit data reseller, termasuk tambah deposit, error jika Modul Reseller terbuka lama.
- Opsi Ignore Error untuk Modul CDMA SMS.
- Pengiriman konfirmasi balasan ke Agen Pulsa karena proses penambahan deposit dan atau transfer deposit TIDAK HANYA via SMS namun bisa pula via YM.
- Pemberlakuan sistem kadaluarsa pesan trx via YM [seperti halnya via SMS] yang masuk ke center.
- Satuan waktu untuk sistem kadaluarsa dirubah ke menit [yang dulunya jam].
- Opsi pengalihan terminal di Queue Monitor. Hal ini berguna jika antrian topup telah masuk ke suatu terminal, namun diinginkan untuk dipindahkan ke terminal lainnya.
- Konfigurasi Balasan tersendiri untuk kasus SMS/YM kadaluarsa.
Baiklah, file updatenya ada DI SINI dan file manual PDF-nya ada DI SINI.